Kami berbahagia sewaktu terjadinya mujizat di bulan November 2019 yaitu, pada waktu Anniversary pertama pernikahan kami, sang istri benar-benar hamil meskipun dengan kondisi ada mio di rahimnya, dan kami juga tidak menyangka bahwa awal tahun 2020 ada virus Covid dan banyak yang meninggal. Bisa dikatakan itu adalah hari bahagia sekaligus hari yang mencekam, tetapi kami tetap bersyukur bahwa Tuhan selalu menyertai keluarga kecil kami, pada masa itu kami melakukan PCR/Antigen, karena mama mertua mengalami batuk-batuk dan pilek, setelah kami melkukan PCR/Antigen, dan hasilya kami sekeluarga sehat, tetapi mama mertua ada indikasi terkena Covid19. Namun, tidak mengalami gejala yang parah, sehingga hanya diberi obat pilek, obat batuk dan antibiotik saja.
Pada masa2 itu banyak larangan untuk saling berdekatan dan harus menjaga jarak 1-2 Meter, memakai masker, dan banyak yang pembatasan-pembatasan, terutama di perkantoran ataupun di Mall-mall, selama pandemi itu kami tetap percaya dan yakin bahwa Tuhan selalu menjaga kami dimanapun kami berada. Seiring waktu pada saat kontrol kehamilan kami juga berusaha untuk tidak sering berpergian, kecuali pada saat kontrol kehamilan atau pada saat ada keperluan yang mendadak saja.
Pada usia 3 bulan kehamilan istri, kami pergi ke klinik Akupuntur, karena keadaan istri yang mengalami sulit makan, selama proses menunggu panggilan sesuai nomor antrian, sang istri ijin ke kamar mandi, dan di tempat itu secara tiba-tiba istri mengalami muntah darah bahkan sampai keluar dari hidung, sontak, saya pun terkejut dengan kejadian itu. Kemudian saya bantu bersihkan darahnya, dan tak berselang lama, nomor antrian kami pun dipanggil, lalu kami masuk kedalam.
Setelah masuk kedalam, kami menceritakan kejadian tersebut, dan sinshe tersebut mengatakan untuk tidak kuatir dengan keadaan tersebut, maklum saja karena ini anak pertama kami dan kejadian pertama juga bagi kami berdua, seiring waktu dengan berbagai keadaan dan banyak kejadian di mana-mana, tentang korban meninggal karena Covid, yang membuat kami semakin was-was dan tetap berdoa, supaya keluarga kami tidak ada yang terkena Covid dan meninggal, namun kenyataan berbeda, bahwkan ada saudara jauh istri ( kakak perempuan papa mertua ) juga meninggal dunia akibat Covid, kami (saya, istri )tetap bersyukur karena Tuhan masih menjaga kami sekeluarga sehingga kami tetap sehat, setelah menunggu 9 bulan, akhirnya datang juga, kebahagiaan kami semakin lengkap dengan kelahiran anak pertama kami.
TUHAN MENJAGAI DAN MELINDUNGI KAMI SEKELUARGA, PUJI TUHAN.